• Blackberry Messenger PIN BBM
    D8ED6CC1
  • Yahoo Messenger YAHOO ID
    BANDAR303_OP
  • Line Messenger LINE & WECHAT
    BANDAR303
  • Whatsapp WHATSAPP & TELP.
    +855 7863 7188
  • Blackberry Messenger PIN BBM
    D8ED6CC1
  • Yahoo Messenger YAHOO ID
    BANDAR303_OP
  • Line Messenger LINE & WECHAT
    BANDAR303
  • Whatsapp WHATSAPP & TELP.
    +855 7863 7188
Update Kontak! PIN BBM 25B7240A berubah menjadi D8ED6CC1 dan No telepon serta WhatsApp menjadi +855 7863 7188.

Empat Kesalahan Menpora Undang PSSI Lama

Kategori : Berita Tags : 23/06/2015

«

»

Menpora Imam Nahrawi (foto: Heru Haryono/okezone)
Agen Bola – Menpora Imam Nahrawi dianggap sudah ke luar dari jalurnya bersama mengundang pengurus PSSI lama yg dipimpin Johar Arifin. Padahal waktu ini PSSI dipimpin La Nyalla.

Menpora mengundang PSSI bukan tidak dengan argumen, tetapi itu ialah saran dari dinas tinggi negeri, Dewan Perwakilan Rakyat.

Juru Berkata PSSI, Tommy Welly, menilai sikap Menpora tak sesuai. Bahkan mampu menambah masalah baru di sepakbola nasional. Tidak Cuma mengundang PSSI lama, Menpora serta mengundang empat Asprov pilihan Menpora, yaitu Jawa Timur, Ja-bar, Bengkulu, & NTT.

“Yang mula-mula yakni telah terang bahwa tak ada niat atau itikad baik dari Menpora utk ke luar dari situasi konflik persepakbolaan nasional sekarang. Sedangkan yg ke-2, telah terang bahwa tak ada kemauan berupa upaya dari Menpora biar sanksi FIFA serta-merta dicabut,” papar Tommy Welly seperti dilansir web resmi PSSI.

”Tindakan Menpora bersama mengundang pengurus PSSI lama & empat (4) Asprov susah dicerna dengan cara nalar atau logika akal sehat juga sebagai upaya menindaklanjuti perintah Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Ini mampu menjadi utk memecah belah PSSI. Aspek ini pula mampu diartikan sbg wujud penghinaan kepada intelektualitas. Baik pada Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, pada PSSI ataupun pada warga luas,” sambung cowok yg akrab disapa Towel itu.

Poin keempat kesalahan Menpora merupakan bersikap bermain bersama masalah, pula berusaha menghindari masalah secara yg melecehkan kepada kecerdasan & norma umum.

“Pada hasilnya upaya mencari jalan ke luar dari permasalahan sepak bola Indonesia disaat ini bersama pihak Menpora susah lagi dilakukan bersama cara-cara & logika berpikir yg normal,” tegasnya.