• Blackberry Messenger PIN BBM
    D8ED6CC1
  • Yahoo Messenger YAHOO ID
    BANDAR303_OP
  • Line Messenger LINE & WECHAT
    BANDAR303
  • Whatsapp WHATSAPP & TELP.
    +855 7863 7188
  • Blackberry Messenger PIN BBM
    D8ED6CC1
  • Yahoo Messenger YAHOO ID
    BANDAR303_OP
  • Line Messenger LINE & WECHAT
    BANDAR303
  • Whatsapp WHATSAPP & TELP.
    +855 7863 7188
Update Kontak! PIN BBM 25B7240A berubah menjadi D8ED6CC1 dan No telepon serta WhatsApp menjadi +855 7863 7188.

Brasil 2014 – Sturridge Bocorkan Kenangan Pahit di Stamford Bridge

Kategori : Berita Tags : 01/09/2014

«

»

LIVERPOOL, Agen Piala Dunia AFB88 – Ujung tombak Liverpool, Daniel Sturridge kembali menceritakan kenangan pahitnya ketika masih berada di Stamford Bridge. Pemain internasional Inggris itu mengungkapkan bahwa bahwa ia tidak mendapatkan keadilan dan kesempatan yang cukup.

Sturridge pun berjudi dengan mengambil keputusan meninggalkan Chelsea dan berlabuh di Anfield musim dingin 2013 lalu. Saat itu si Merahmendapatkan Sturridge dengan harga senilai 12 juta pounds.

Namun, tak ada yang mengira jika Sturridge akan bersinar di Merseyside. Pemain berusia 24 tahun itu sendiri bahkan kini menjadi andalan dalam skuad Brendan Rodgers. Bukan hanya itu, bersama Luis Suarez, Sturridge menjadi duet paling menakutkan di panggung Premier League.

Semusim berkostum Liverpool, Sturridge menjaringkan 36 gol dalam 49 pertandingan. Dan musim lalu, pemain bernama lengkap Daniel Andre Sturridge itu menjadi pemain tersubur kedua Premier League di bawah Suarez dengan catatan 21 gol dalam semusim.

“Saya tidak mendapatkan kesempatan, terlepas dari apa yang orang katakan bahwa saya seorang penyerang tengah. Dan di Chelsea, saya tidak memainkan satu laga di Premier League sebagai seorang striker,” kata Sturridge dalam Liverpool TV, seperti dilansir Sportsmole, Selasa (3/6/2014).

“Namun, hal ini meningkatkan permainan saya, karena saya dapat menggunakan kaki kanan saya lebih banyak dengan bermain di sayap kanan. Saya berterima kasih (kepada Andre Villas-Boas). Bila kami bertemu, saya ingin mengucapkan terima kasih,” sambungnya.

“Dia merupakan satu-satunya pelatih Chelsea yang melakukan itu. Saya sempat mencetak dua gol sebagai striker, kemudian dicadangkan. Kami memenangkan trofi dan itu adalah waktu yang tepat, tapi akhirnya saya memutuskan untuk pergi dan seperti yang saya katakan, itu pahit,” pemain berusia 24 tahun itu.