• Blackberry Messenger PIN BBM
    D8ED6CC1
  • Yahoo Messenger YAHOO ID
    BANDAR303_OP
  • Line Messenger LINE & WECHAT
    BANDAR303
  • Whatsapp WHATSAPP & TELP.
    +855 7863 7188
  • Blackberry Messenger PIN BBM
    D8ED6CC1
  • Yahoo Messenger YAHOO ID
    BANDAR303_OP
  • Line Messenger LINE & WECHAT
    BANDAR303
  • Whatsapp WHATSAPP & TELP.
    +855 7863 7188
Update Kontak! PIN BBM 25B7240A berubah menjadi D8ED6CC1 dan No telepon serta WhatsApp menjadi +855 7863 7188.

Pesaingnya Mundur, Blatter Kembali Didaulat sebagai Presiden FIFA

Kategori : Bola Tags : 30/05/2015

«

»

Blatter terpilih sebagai Presiden FIFA periode 2015-2019 (Foto: reuters)

ZURICH – Sepp Blatter terpilih sbg Presiden Fédération Internationale de Football Association (FIFA) musim 2015-2019. Ini yaitu yg kali kelima Blatter terpilih sbg orang nomor wahid di organisasi paling tinggi sepakbola dunia.

Dalam Kongres FIFA ke-65 di Zurich, Swiss, yg agenda utamanya merupakan pemilihan presiden baru, Blatter menyingkirkan satu-satunya rival, Prince Ali Badan Intelijen Negara Al-Hussein dari Yordania.

Di putaran mula-mula, Blatter memperoleh 133 nada sementara rivalnya 73 nada. Angka tersebut tak beralih lantaran Prince Ali mengundurkan diri waktu voting memasuki putaran ke-2.

Sejatinya Blatter pernah dihadapkan terhadap suara-suara yg menginginkannya mundur dari pemilihan, seperti Pertama Menteri Inggris Raya David Cameron & Presiden UEFA Michel Platini. Tapi, fakta di Zurich seperti menghapus keraguan yg menimpanya.

Usai terpilih, laki-laki asal Swiss itu berterima kasih pada seluruh pihak termasuk juga Prince Ali. Ia juga berjanji ini merupakan masa terakhirnya di FIFA.

“Saya tak sempurna lantaran tiada manusia yg sempurna. Namun, kami pasti bakal laksanakan pekerjaan baik bersama-sama. Di akhir musim aku, aku dapat memberikan FIFA posisi yg teramat kuat,” kata Blatter, seperti dilansir BBC, Sabtu (30/5/2015).

FIFA sendiri sedang dilanda krisis sebab sekian banyak hri sebelum kongres digelar, tujuh pejabat diringkus Federal Bureau of Investigation (FBI) dikarenakan diduga korupsi. Waktu Ini, ke semuanya sedang berada di Amerika Serikat buat investigasi lebih lanjut atau pengembangan kasus.

“Saya bertanggung jawab atas apa yg menimpa organisasi ini. Biarkan seperti itu. Aku berani menanggungnya. Aku mau memperbaikinya bersama-sama dgn Kamu,” lanjutnya.