• Blackberry Messenger PIN BBM
    D8ED6CC1
  • Yahoo Messenger YAHOO ID
    BANDAR303_OP
  • Line Messenger LINE & WECHAT
    BANDAR303
  • Whatsapp WHATSAPP & TELP.
    +855 7863 7188
  • Blackberry Messenger PIN BBM
    D8ED6CC1
  • Yahoo Messenger YAHOO ID
    BANDAR303_OP
  • Line Messenger LINE & WECHAT
    BANDAR303
  • Whatsapp WHATSAPP & TELP.
    +855 7863 7188
Update Kontak! PIN BBM 25B7240A berubah menjadi D8ED6CC1 dan No telepon serta WhatsApp menjadi +855 7863 7188.

BANDAR BOLA – Kroasia Ajukan Banding Dijatuhi Hukuman Tanpa Penonton

Kategori : Berita Tags : 11/04/2015

«

»

BANDAR BOLA – Kroasia dijatuhi hukuman bertanding tanpa penonton oleh UEFA gara-gara suporternya membuat ulah. Terkait hukuman ini, Federasi Sepakbola Kroasia (HNS) akan mengajukan banding.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kroasia diharuskan bertanding tanpa penonton saat menjamu Italia dalam kualifikasi Piala Eropa 2016, 12 Juni mendatang. Hukuman dari Komisi Disiplin UEFA itu berkaitan dengan ulah suporter Kroasia pada laga terakhir.

Kroasia sebenarnya dalam pengawasan dari Komisi Disiplin UEFA terkait kerusuhan yang dilakukan suporter mereka saat tandang ke San Siro, November lalu, pada laga yang berakhir imbang 1-1 dengan Italia.

Saat itu, suporter tim tamu melakukan pelemparan kembang api serta petasan ke tengah lapangan yang sempat dua kali menghentikan pertandingan. Bahkan 8.000 tempat duduk yang disediakan untuk fans Kroasia pun langsung ditutup demi mencegah hal yang lebih berbahaya.

Peringatan itu rupanya belum bikin suporter Kroasia kapok. Mereka melakukan hal serupa saat Kroasia menang 5-1 atas Norwegia di laga kandang kualifikasi Piala Eropa 2016, 28 Maret lalu, di Zagreb.

Kroasia menganggap hukuman dari UEFA itu berlebihan. Mereka pun akan mengajukan banding.

“Saya menyesalkannya. Itu mengejutkan kami semua,” ujar Presiden HNS, Davor Suker, seperti dikutip BANDAR303.

“Peluang kami (untuk memenangi banding) tipis. Tapi, kami punya reputasi yang terhormat di dunia,” tambah Suker.

“Kami tahu apa yang akan menjadi hukuman berikutnya — pengurangan poin dan pencoretan dari kompetisi. Ini bukan soal membayar denda, tapi tentang citra Kroasia,” kata mantan penyerang Arsenal dan Real Madrid itu.